Bertepatan dengan dua tahun pemerintahan berjalan, sejumlah elemen mahasiswa disebut tengah mempersiapkan aksi penyampaian aspirasi di Jakarta.
Salah satu informasi penting datang dari Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Ia mengungkapkan pernah berbicara dengan Koordinator Sosial Politik BEM Universitas Indonesia (UI), Hafidz Hernanda, mengenai rencana demonstrasi damai pada 20 Oktober 2026.
Rencana tersebut semakin mendapat perhatian setelah BEM UI pada 9 Oktober membuka penjaringan aspirasi masyarakat melalui seruan “Bantu Kami Susun Tuntutan Rakyat!”
BEM UI mengajak masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang dirasakan selama pemerintahan berjalan, mulai dari tekanan ekonomi, lapangan pekerjaan, pelayanan publik, kebebasan berpendapat, hingga persoalan lingkungan.
Sementara itu, informasi yang beredar juga menyebut kemungkinan keterlibatan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dalam aksi di kawasan Gedung DPR RI.
Namun, keterlibatan organisasi-organisasi tersebut dalam satu aksi bersama masih menunggu konfirmasi resmi.
BEM SI sebelumnya telah menggelar demonstrasi pada 5 Oktober 2026 dengan tuntutan pendidikan gratis, kesejahteraan guru, dan pembahasan RUU Sisdiknas yang lebih partisipatif.
20 OKTOBER, MOMENTUM EVALUASI DUA TAHUN PEMERINTAHAN!
Peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan evaluasi terhadap berbagai kebijakan negara.
Meski demikian, hingga 13 Oktober 2026, belum ditemukan pengumuman resmi yang memastikan jumlah peserta, jam pelaksanaan, titik kumpul, maupun rute demonstrasi.
Rencana aksi tersebut masih dalam tahap persiapan dan konsolidasi.
Kini publik menanti apakah seruan mahasiswa akan berkembang menjadi demonstrasi gabungan berskala besar di Jakarta.
Menurut kalian, persoalan apa yang paling mendesak untuk dievaluasi setelah dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.?






