Umat Islam sangat menyayangkan kejadian seperti ini, jika dibiarkan maka PWI LS bisa sewenang-wenang melakukan penolakan dan pembubaran kegiatan syiar dakwah seperti tabligh akbar dan majelis sholawat, aparat dan pemerintah terkait harus hadir ditengah umat Islam untuk mencegah PWI LS disejumlah daerah yang semena-mena membuat aturan.
Berikut maklumat yang dikeluarkan oleh panitia acara tabligh akbar Unwir Bersholawat :
MAKLUMAT
Bismillāhirrohmānirrohīm
Alhamdulillāh, assholātu wassalāmu 'ala Rosulillāh wa 'ala Ālihi wa ashhābihi wa man walah, wa ba'du.
Kami atas nama Panitia Unwir Bersholawat 3 yang sedianya akan melaksanakan acara tersebut pada tanggal 8 Agustus 2025, dengan sangat menyesal mengumumkan bahwa acara tersebut dibatalkan. Hal tersebut semata berdasarkan keputusan Rektor Universitas Wiralodra, Dr. H. Ujang Suratno, SH, MH., sebagai respons atas pihak tertentu yang menyampaikan keberatan karena pada acara tersebut menghadirkan penceramah habib.
Sebagai panitia tentunya kami sangat merespon keputusan Rektor. Kegiatan tersebut sudah berjalan sejak 3 tahun terakhir yang dihadiri ribuan jamaah warga Indramayu. Habib Ahmad bin Utsman Alaydrus sebagai penceramah juga sudah rutin mengisi acara tersebut. Materi yang disampaikan tidak ada sama sekali bernuansa kekerasan, lebih kepada materi mencintai Rosulullah SAW, memperbaiki akhlak, menganjurkan ibadah serta mencintai ilmu. Beliau pun sudah rutin bertahun-tahun mengisi pengajian rutin malam Minggu di masjid Agung, mengisi ceramah di banyak tempat dan luar kota. Bahkan majlis peringatan Maulid Nabi di pesantren beliau di Sindang Indramayu tiap 1 Robiul awwal dihadiri belasan ribu jamaah.
Namun demikian, kami sebagai panitia tidak punya kewenangan setelah adanya keputusan diatas. Pa Rektor sendiri menyatakan tidak anti habib, terbukti beberapa kali habib diundang ceramah peringatan Maulid Nabi maupun acara Unwir Bersholawat dalam rangka Dies Natalis (Milad). Keputusan pembatalan diatas semata karena pertimbangan kondusifitas di Unwir. Akhirnya, kami menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT, semoga Allah bimbing dan satukan ummat ini. Terima kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya. Hasbunallāh wani'mal wakīl


